Kode Koleksi : A.1.7.1
Layla Majnun merupakan sebuah novel tentang roman cinta yang dianggap paling populer dan abadi. Bahkan, menurut beberapa sumber, cerita Romeo dan Juliet memperoleh ilham dari karya novel ini. Sudah tak terhitung lagi betapa banyak syair dibuat, lagu diciptakan, drama dan film dipentaskan, kajian dan diskusi digelar berdasar atas cerita Layla Majnun.
Novel ini ditulis oleh Syaikh Nizami seorang sastrawan dari Ganjavi, Azerbaijan pada tahun 1188 H. Kisah yang diambil merupakan perjalanan hidup dari Qays bin al Mulawwah dan Layla yang hidup antara tahun 50 H sampai dengan 65 atau 68 H (riwayat tidak menjelaskan secara eksplisit periode kehidupan Majnun dan Layla).
Alkisah, Qays bin al Mulawwah jatuh cinta kepada Layla, seorang gadis teman satu sekolahnya. Cinta Qays terhadap Layla tidak bertepuk sebelah tangan. Layla pun mencintai Qays. Sayangnya usia mereka yang masih belasan tahun menghalangi mereka berdua untuk memadu kasih. Hal ini menyebabkan keduanya sangat tersiksa bagai punguk merindukan bulan. Kerinduan Qays akan Layla seringkali membuatnya lupa diri. Syair-syair kerinduannya akan Layla diungkapkannya kepada siapa saja. Ia sering menyepi ke hutan dengan membawa perbekalan seadanya. Pakaiannya compang-camping dan tidak lagi memperdulikan keadaan sekitarnya. Akibatnya, orang-orang menggapnya hilang ingatan, dan memberinya julukan Majnun atau si gila.
Penulis : Syaikh Nizami
Penyadur : Sholeh Gisymar
Cetakan pertama : April 2002
Cetakan Duapuluhtujuh : Juli 2007
Penerbit : Navila Yogyakarta
Format buku : A5
Jumlah Hal : xvi dan 185 halaman

wenan, salam kenal dariku. oya, apa betul cerita Romeo dan Juliet memperoleh ilham dari karya novel ini ?. kalo gitu usia novel ini lebih dari romi n yuli?. btw, punya kajian yang membahas cerita ini dari sudut keilmuan tertentu ndak?. bagi donk. tx
Sudah membaca bukunya belum? Disana ada pengantar yang ditulis oleh Sholeh Gisymar, sang penyadur Layla Majnun karya Syaikh Nizami ke bahasa Indonesia. Dalam pengantar tersebut, Sholeh Gisymar memberikan uraian yang cukup luas tentang perbandingan antara Layla Majnun dengan Romeo dan Juliet. Perbandingan tersebut berupa perbedaan dan persamaan antara Layla Majnun dan Romeo Juliet yang disarikan dari tulisan A.A Hekmat (1936).
Beberapa persamaan antara kedua cerita tersebut antara lain :
1. Tema : Kedua tokoh utama cerita yang berupa sepasang kekasih tersebut terikat dalam tradisi keluarga.
2. Gaya bahasa : ratapan Majnun maupun Romi pada waktu berpisah dari kekasihnya masing-masing, hampir sama.
3. Alur cerita : (a) cinta telah membuat Majnun maupun Romeo menjadi lebih dekat dengan alam, (b) keduanya melakukan perjalanan untuk menjauhkan diri dari kekasih mereka, (c) keduanya memiliki teman yang mendukung mereka untuk hidup bersama, dan (d) pada akhir kisah, keduanya akhirnya mati tanpa mencapai pertemuan bahagia di bumi.
Bila ada anggapan bahwa kisah Romi dan Yuli terilhami oleh kisah Layla Majnun, bebetulnya wajar-wajar saja sih, mengingat adanya beberapa persamaan diatas. Nizami menulis Layla Majnun tahun 1188, sedangkan shakespeare menulis Romi dan Yuli tahun 1595. Layla Majnun lima abad lebih tua dari Romi dan Yuli. Namun, ini cuma anggapan lho ya.. Perlu dikaji lebih lanjut. Kisah Layla Majnun sendiri ditulis Nizami dari cerita yang bersumber dari kisah hidup Qays bin Al Mulawwah yang hidup sampai dengan sekitar tahun 644.
Sayang, kami tidak memiliki literatur yang cukup banyak tentang kesusastraan secara umum maupun secara khusus untuk Layla Majnun. Pengantar dari Sholeh Gisymar rasanya cukup luas menjelaskan tentang latar belakang kisah Layla Majnun dan perbandingannya dengan Romi dan Yuli.
Sebetulnya ada satu roman lagi yang mirip dengan Layla Majnun dan Romi Yuli, yaitu Devdas. Ketiga cerita ini memiliki persamaan yaitu kisah cinta yang tidak tersampaikan. Bedanya, Layla Majnun melegenda dalam masyarakat Arab, Romeo dan Juliet melegenda dalam masyarakat Romawi (eropa), dan Devdas melegenda dalam masyarakat India. Pernah lihat film Devdas? Atau membaca bukunya? Film Devdas terakhir dirilis tahun 2002. Artisnya tentu saja bintang-bintang Bollywood seperti Shahrukh Khan, Madhuri Dixit, dan Aishwarya Rai. Filmnya bagus lho…
Salam
kebetulan saya cukup akrab dengan si penyadur, Sholeh Gisymar. Saya pernah bertanya lebih jauh tentang perbandingan Romeo-Juliet dengan Layla-Majnun, Sholeh meyakini Shakespeare itu menyadur Layla-Majnun. Menurutnya, sejarah hidup Shakespeare yang sering berkelana, seringkali dia mengunjungi suatu negara, melihat kehidupan sastra di sana, lalu menuliskan kembali karya sastra yang ia lihat atau baca. Selain Layla-Majnun, konon menurut Sholeh “Pedagang Venesia” juga merupakan saduran Shakespeare dari karya drama yang ia liat di venesia.
Menurut pengakuan Sholeh, dia harus meneliti banyak hal sebelum menyadur Layla-Majnun, seperti membandingkan dua versi (inggris-arab), menonton film india dari kisah itu, mempelajari riwayat hidup Nizami dan sebagainya. he hee he pantes aja buku itu bisa cetak ulang sampai 40 kali
wah………..kebetulan bgt aku lagi nyaribukunya layla majnun,tp ampe skr blm ketemu juga,dulu aku baca buku itu kelas 3 smp dan ampe skr aq kuliah aq g juga nemuin buku kesayanganq itu…..hunting kemana aja g pernah ketemu…..walhasil aq hubungin deh percetakannya …
memang buku ini sangat fantastis….dari sisi romantisme yang taktertandingi….kepatuhan yang kental pada agama….juga kesetiaan yang mengharukan hati…semuanya terangkum dengan jelas…..jelas aja buku ini jadi super best sellernya layla majnun….lebih dari itu penulisan dari syaikh nizami dengan behasa yang oke bgt….membuat buku ini layak dapat ribuan jempol…..terutama dari aq penggemar berat…….