Feeds:
Posts
Comments

 

 

Audio Editinh dengan Sonar

Audio Editing dengan Sonar

 

 

 

 

Penulis : Pandan Pareanom Purwacandra
Penerbit : ANDI Yogyakarta
Tahun : 2005
Edisi : I
Halaman : xii + 100 halaman
Bonus : VCD

 

Buku Cepat dan Mudah Audio Editing dengan Sonar ini menjelaskan secara singkat mengenai jenis-jenis data audio, dasar-dasar Sonar 3, cara merekam dengan Sonar 3, mengedit data audio yang sudah kita rekam, melakukan mixing, hingga membuat CD ataupun kaset untuk dikirim kepada pihak lain. Buku ini juga memuat beberapa contoh penggunaan Conar bagi seorang koreografer, ilustrator musik, atau yang ingin terjun ke dunia musik produksi digital berbasis komputer.

 

Cakewalk Sonar 3 Producer Edition adalah program multitracker yang lengkap. Selain dapat digunakan untuk merekam data audio, Cakewalk Sonar 3 Producer Edition dapat pula menggabungkan data video (avi, mpg) dengan data lagu untuk menghasilkan file video dengan ilustrasi musik dan efek buatan kita. Sonar 3 mendukung pula format audio antara lain riff wave, broadcast wave, mp3, dan lain-lain.

 

Pokok pembahasan dalam buku ini meliputi :

- Mengenal Jenis Data Audio : Digital Recording, Istilah dalam Audio Digital

- Dasar-dasar Cakewalk Sonar 3 Producer Edition : Jenis Data, Konsep Track, Klip, Posisi Lagu pada Sonar

- Merekam Lagu dengan Data Audio : Mengatur Level, Pilihan dalam Merekam, Menyimpan Lagu

- Fungsi Editing Audio : Fungsi Editing Dasar, Memilih dan Menyorot Klip, Undo dan Redo, Cut dan Paste, Copy dan Paste, Delete, Transpose

- Editing Khusus untuk Data Audio : Mengatur Setting Klip Audio, Mengatur Volume, Pan, dan EQ Envelope; Menaikkan dan Menurunkan Volume, Normalize, Membalik Klip Audio, Effect untuk Data Audio, Preset, Perintah Consolidate Project Audio, Perintah Clean Audio Folder, Beberapa Effect Penting Cakewalk

- Mixing : Mengatur Setting Track, Control Group, Automation Recording, Mixdown Audio.

- Burn It : Merekam ke CD, Merekam ke Kaset.

- Sonar 3 untuk Koreografer : Transfer dari Kaset Audio ke Komputer, TAhap Editing, TAhap Mixing, Hati-hati bila Mengubah Ekualisasi dan Menaikkan Frekuensi Tinggi

- Sonar 3 untuk Movie Scorer : Ilustrasi Musik, Dubbing.

 

Kamu juga bisa jadi presenter

 

Penulis : Dewi Hughes
Penyunting : Agus Budiman
Penerbit : Beranda Hikmah
Cetakan : I
Tahun : 2005

 

Buku Kamu Juga Bisa Jadi Presenter Cilik ini apabila dilihat dari gaya penyampaiannya ditujukan untuk anak-anak sekolah dasar. Bahasa yang digunakan Hughes merupakan bahasa yang sederhana dengan kalimat-kalimat pendek dan singkat sehingga mudah untuk dipahami.
Namun, bagi remaja dan orang dewasa yang ingin belajar untuk menjadi pembawa acara, dapat membacanya dan menambah wawasan untuk mengembangkan teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pembawa acara.

 

Buku ini menuntun pembacanya mempelajari teknik dasar yang harus dikuasai seorang presenter. Didalamnya, Hughes memberikan contoh-contoh latihan tentang bagaimana seseorang memperkenalkan diri, menceritakan pengalaman, mewawancara orang lain, tampil di atas panggung, dan bercerita/siaran di radio dan tv.

 

Daftar Isi :
Bagian 1 Pendahuluan
Bagian 2 SINCERITY
Bagian 3 Latihan Dasar
- Latihan Dasar I Pernapasan
- Latihan Dasar II Satu Menit Saja
- Latihan Dasar III Ekspresi
- Latihan Dasar IV Vokal dan Intonasi
Bagian 4 PROJECT
- Project 1 The Ice Breaker
- Project 2 Menceritakan Pengalamanmu
- Project 3 Wawancara
- Project 4 Menjadi Presenter dan Penyanyi
- Project 5 Siaran Radio
- Project 6 Bercerita di Radio
- Project 7 Ayo Naik Ke Panggung!
- Project 8 Tur Televisi

A to Z About Film Indonesia

Kode Koleksi A.1.9.3

Penulis : Ekky Imanjaya
Penyunting Naskah : Doel Wahab
Cetakan I April 2006
Penerbit DAR! Mizan Bandung
Jumlah halaman 284

Buku A to Z About Film Indonesia membuktikan bahwa banyak aspek menarik dari perkembangan film Indonesia. Demikian kata Riri Riza, sutradara film Petualangan Sherina, Eliana Eliana, Gie dan Untuk Reina. Seno Gumira Ajidarma, seorang Kritikus Film dan Penulis mengatakan bahwa tulisan Ekky Imanjaya ini sebagai esai atau laporan jurnalistik, memberi peluang bagi siapa pun untuk merenungkan apa yang telah dicapai perfilman Indonesia belakangan ini. Sedangkan menurut Musfar Yasin, penulis scenario dan peraih Piala Citra 2005 dalam film Ketika, buku Ekky sangat membantu pemerhati film dalam memahami perfilman Indonesia, tanpa berkerut kening. Bahasanya sederhana dan padat, kritiknya santun dan tidak terlalu teknis, dan mengenakkan buat orang awam.

Film Indonesia, setelah “mati suri” (tanda petik sengaja diberikan karena menurut J.B. Kristanto lewat Katalog Film Indonesia yang terbaru, film Indonesia tidak pernah berhenti berkarya, lepas dari bagus-tidak mutunya), mulai menggeliat kembali pada tahun 1996. Empat orang bergabung membuat film Kuldesak yang selesai pada 1998. Film ini proyek omnibus Riri Riza, Rizal Mantovani, Mira Lesmana, dan Nan Achnas ini seakan menjadi bola salju dalam perkembangan film Indonesia. Sejak itu, banyak anak muda ingin membuat film. Pendirian I-Sinema – sebuah manifesto independen dari 13 sutradara muda – mengukuhkan semangat itu. Film Petualangan Sherina, Jelangkung, dan Ada Apa dengan Cinta (AADC) mengembalikan posisi film Indonesia ke dalam dunia industri yang komersial, sekaligus memelihara idealisme mereka.

Masih banyak, memang, kekurangan dilm-film Indonesia itu. Dari scenario yang lemah; menjamurnya budaya gagap yang meniru-niru membuat film semcam AADC dan Jelangkung, hingga kurangnya kritikus film nasional. Juga soal kesinambungan histories antara sinesas muda sekarang dengan para pendahulunya agar bias belajar dari kearifan sejarah.

Buku ini berusaha memotretnya, mengabadikannya, dan mengarsipkannya agar perjuangan film dan sineas Indonesia ini bias terus dibaca dan boleh jadi menjadi pelajaran berharga untuk generasi 20-30 tahun kelak.

Daftar Isi :

Episode I – Seputar Film Indonesia
1. Wajah Kita dalam Film Indonesia
2. Pedagang Film; Hambatan Ekstrinsik
3. Asrul Sani dan Penulisan Skenario di Indonesia (1)
4. Asrul Sani dan Penulisan Skenario di Indonesia (2)
5. Beberapa Pertanyaan tentang Kritikus Film
6. Perihal Bukuisasai Film Nasional

Episode 2 – Menengok Film Klasik Kita
1. Usmar Ismail + Komedi = Tamu Agung
2. Ketika Asrul Sani Menjadi Mata Kamera
3. Mengenang Encing Benyamin Sueb
4. Mereka yang Berani Beradegan Panas
5. Awal Mula Bioskop di Indonesia

Episode 3 – Film Indonesia Pasca-2000
1. Disini Ada Setan: Film Horor, kok, Lucu?
2. Arisan!: Selamat Datang Genre Black Comedy
3. Biarkan Bintang Menari: Selamat Datang Genre Film Musikal Indonesia
4. Eiffel: Tao Ming Tse Mampir ke Paris
5. Petualangan 100 Jam: Sayang Sekali
6. Rindu Kami Pada-Mu
7. Banyu Biru: Saat Tora Sudiro Bertemu Dian Sastro
8. Tentang Angin Kemarau dan Bangsal13
9. Panggil Namaku 3x: Kembali, Koya Pagayo Membuat Film Horor
10. Mencari Madonna: Dengan Tanda Tangan Garin
11. Cinta Silver: Kembalinya Rima Melati ke Layar Lebar
12. Brownies dan Ketika
13. Panggung Pinggir Kali: Curhat Tukang Sablon
14. Tentang Dia: Level Rudi Sudjarwo Berikutnya
15. Janji Joni, Penonton Indonesia dan Dunia Bernama Bioskop
16. Virgin: The Darkest Side of AADC Generation
17. Fantasi: Ketika Rombingan AFI Main Film
18. Untuk Rena: Islami seklaigus Universal

Episode 4 – Wawancara Khusus
1. Slamet Djarot: Bisakah Sineas Muda Mengalahkan Tjoet Nyak Dhien?
2. Makna Persahabatan versi Rudi Soedjarwo
3. Mira Lesmana: Dari Masa Kecil Hingga Gie
4. Riri Riza: Fungsi Sinema adalah Menantang Arus Besar Pemikiran
5. The Untold Stories of Dian Sastowardoyo
6. Shanty Harmayn: Saatnya Kembali ke Khittah
7. Untung Ada Tora Sudiro
8. Nicholas Saputra: Nggak Cari Duit tapi Ilmu
9. Dennis AdhiswaraL Ingin Menghormati Pembuat Film B
10. Rachel Maryam, Meg Ryan Indonesia

Nikon vs Canon

Nikon vs Canon

Kode Koleksi :

Dalam edisi awal tahun 2004, Chip Foto-video membahas dua kamera digital SLR yang dianggap paling ekonomis : Nikon D70 vs Canon EOS 300D.

Kehadiran dua kamera ini merupakan suatu momen yang ditunggu-tunggu oleh fotografer pemula yang antusias. Tonggak sejarah momen ini dipancangkan pertama kali oleh Canon dengan merilis 300D pada bulan Agustus 2003. Suatu trend baru dimulai : Digital SLR dengan harga dibawah US$ 1000!

Produk pertama yang dirilis Canon tidak hanya unggul dari segi harga, melainkan juga dari teknologi dan kualitas gambar yang ternyata tidak kalah dari pendahulunya yang jauh lebih mahal.

Nikon tidak tinggal diam. Nikon mengeluarkan D70 dengan kisaran harga yang sama. Dengan jeda waktu sekitar 6 bulan, Nikon memiliki kesempatan untuk melihat kekurangan Canon 300D dan memperbaikinya di D70.

Akan tetapi, tiada gading yang tak retak. Kedua produk ini memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Dengan seluruh kelebihan D70, Canon 300D masih memiliki aspek tersendiri yang dapat diperhitungkan.

Panduan Menjadi Penyiar, Reporter & Script Writer
Cetakan I Mei 2004

Broadcast Journalism

Kode Koleksi : A.1.10.1

Pengarang
Asep Syamsul M Romli

Penerbit
Penerbit Nuansa/Yayasan Nuansa Cendekia
Komp. Cijambe Indah Jl Vijaya Kusuma II/E-06
Ujungberung Bandung
Telp 022-70775264
Email ynuansa@telkom.net

Siapa yang berjasa membersarkan dan membuat radio begitu “perkasa”? Disamping para perintis, yang paling berjasa membesarkan dan membuat radio menjadi “kekuatan kelima” sekarang adalah mereka yang terlibat dalam dunia penyiaran radio – dikenal dengan sebutan “orang-orang” broadcast”. Ujung tombaknya tidak lain adalah para penyiar (announcer). Penyiarlah yang mampu menghidupkan siaran radio sehingga menarik, memukau, dan berdampak. Para broadcaster terus bekerja dan berpikir untuk kemajuan dunia radio siaran- dan memuaskan publik pendengarnya.

Buku ini disusun berdasarkan pengalaman lapangan dan ditunjang studi literatur. Buku ini berpretensi menjadi “pembuka pintu gerbang” bagi penyiar, reporter, dan script writer.

Asep Syamsul M Romli, S.IP. – lebih dikenal dengan panggilan Kang Romel – adalah praktisi sekaligus akademisi jurnalistik dan penyiaran. Ia prnah menjadi wartawan Mingguan Hikmah Bandung, majalah Sabili Jakarta, Pemimpin Redaksi Tabloid MQ, Managing Editor Majalah Kandidat Jakarta, pengisi acara Info MQ dan Perspektif Radio MQ AM. Sejak tahun 2000 hingga kini, ia menjadi penyiar tamu dan editor berita tamu di Radio Antassalam FM Bandung.

Daftar Isi :

Bagian I – Apa Itu Jurnalistik Radio?
Bagian II – Penyiar Radio dan Cara Kerjanya
Bagian III – Reporter Radio dan Cara Kerjanya
Bagian IV – Menulis Naskah Siaran
Bagian V – Menulis Naskah Berita
Bagian VI – Tehnik Wawancara
Bagian VII – Daftar Istilah

Kisah sukses sutradara, penulis, dan penata musik

 Deru Napas di Balik Layar

Kode Koleksi : A.1.9.3

Buku ini mengisahkah etos kerja dan kisah sukses sutradara, penulis, dan penata musik dalam menghadirkan film komersial ke hadapan publik. untuk menyuguhkan sebuah film yang baik, bermutu, serta digandrungi penonton, membutuhkan sinergi antara sutradara, penulis, kamerawan, penata musik beserta kru yang terlibat di dalamnya.

Kisah sukses sutradara, penulis, dan penata musik di antaranya adalah Chris Columbus, Georga Lucas, John Williams, Peter Jackson, Stephen King, Michael Crichton, Ang Lee, Teguh Karya, Mira Lesmana, Slamet Rahardjo, El Manik, H. Misbach Yusa Biran, Shanty Harmayn, dan Maria Kadarxih, terangkum dalam buku ini. Melalui buku ini, mereka menguak pengalaman batin serta memaparkan suka duka, tantangan, peluang serta kegigihan dalam melahirkan sebuah karya film.

Buku ini dibagi dalam tujuh bab, dengan nama bab mewakili etos insan film yang diulas dalam bab tersebut.

Bab I Menggenggam Absurditas
Bab II Menggugah Inspirasi
Bab III Menemukan Makna Realitas
Bab IV Hidup Tak Terduga, Yakini Saja
Bab V Mewujudkan Mimpi
Bab VI Menembus Batas
Bab VII Mengubah Dua

Bab I misalnya, Menggenggam Absurditas. Bab ini merefleksi perjalanan hidup dari sutradara kelas dunia seperti Lee Tamahori, Sofia, Chris Columbus, Coen dan Lynch serta Roman Polansky. Kisah hidup mereka sedikit banyak memberikan pencerahan bahwa hidup memang kadang terasa absurd. Namun demikian, absurditas realita tidak dijadikan alasan untuk berdiam diri, atau enggan melakukan aktivitas. Justeru, kenyataan bahwa hidup yang kadang terasa chaos itu, dijadikan momentum melakukan perenungan mendalam akan makna realitas guna menggugah inspirasi.

Semua tulisan dalam buku ini rupanya pernah dimuat dalam harian Kompas. Tulisan tertua, Philip Cheah, Kebangkitan Film Singapura, dimuat pada Kompas 11 Februari 1997. Sedangkan tulisan paling muda, Kompas 31 Mei 2005 berjudul Mendengarkan “Star Wars” Lewat John Williams.

Peminat dunia sinematografi, seni panggung teater, birokrat, pengusaha, pelajar, mahasiswa, dosen, pengamat, dan penulis perfilman, serta masyarakat umum yang menaruh minat pada sinematografi, selayaknya membaca buku ini.
 
Cetakan I
Penerbit Buku Kompas, Desember 2005
Editor : Y. Suhartono
Copy Editor : Irwan Suhanda
xvi + 246 halaman

Cinematherapy for lovers

Kode Koleksi A.1.9.2

Buku ini ditulis oleh Nancy Peske dan Beverly West. Terbit pertama kali tahun 2002, diterbitkan di Indonesia oleh PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2004. Alih bahasa dilakukan oleh Siska Yuanita. Menurut Nancy dan Bev, nama panggilan untuk Nancy dan Beverly, buku ini merupakan buku panduan menonton video untuk menemukan cinta sejati. Cinematography for lovers memuat lebih dari 150 ulasan film klasik dan kontemporer.

Film lebih dari sekedar hiburan. Film bisa menjadi terapi bagi pasangan kekasih atau pun suami istri pada saat menghadapi persoalan dalam menjalin hubungan kasih sayang. Buku ini bisa dikatakan merupakan pedoman video yang dapat membantu kita menemukan resep film yang tepat untuk menyembuhkan segala penyakit dalam hubungan.

 Direktori Sinematografi Indonesia

Kode Koleksi A.1.9.1

Diterbitkan sebagai kerjasama Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia dengan arti.line
Cetakan I Juli 1999

Daftar Isi
Bagian Satu : Perkembangan Industri Sinematografi Indonesia
Bagian Dua : Katalog Film Indonesia
Bagian Tiga : Perusahaan Produksi dan Impor: Film dan Rekaman Video
Bagian Empat : Film Dokumenter dan Film Pendek
Bagian Lima : Tokoh-tokoh Sinematografi Indonesia

Sinematografi pernah menjadi tulang punggung industri budaya di Indonesia, sebagai primadona kebudayaan populer. Merosotnya jumlah produksi film pada beberapa tahun yang lalu, justru mendorong para sineas untuk meningkatkan kualitas dari film yang dihasilkan. Barisan sutradara muda dengan film-film eksperimental, unik dan membawa bahasa pengungkapan yang baru, membangun citra tersendiri tentang Indonesia.

Buku Direktori Industri Sinematografi ini memberikan gambaran perkembangan film Indonesia sejak jaman kolonial sampai dengan tahun 1999. Isi buku cukup lengkap, antara lain tentang film-film yang pernah dibuat, perusahaan-perusahaan pembuat film, dan beberapa profil tokoh film nasional, baik sutradara maupun arits yang terlibat didalamnya.

Bentuk buku yang kecil menjadikan pembahasan materi menjadi singkat dan ringkas. Namun demikian, kualitas isinya cukup memadai untuk menambah pengetahuan kita tentang film Indonesia.

Jumlah hal : 91 halaman.

Layla Majnun

Layla Majnun

Kode Koleksi : A.1.7.1

Layla Majnun merupakan sebuah novel tentang roman cinta yang dianggap paling populer dan abadi. Bahkan, menurut beberapa sumber, cerita Romeo dan Juliet memperoleh ilham dari karya novel ini. Sudah tak terhitung lagi betapa banyak syair dibuat, lagu diciptakan, drama dan film dipentaskan, kajian dan diskusi digelar berdasar atas cerita Layla Majnun.
Novel ini ditulis oleh Syaikh Nizami seorang sastrawan dari Ganjavi, Azerbaijan pada tahun 1188 H. Kisah yang diambil merupakan perjalanan hidup dari Qays bin al Mulawwah dan Layla yang hidup antara tahun 50 H sampai dengan 65 atau 68 H (riwayat tidak menjelaskan secara eksplisit periode kehidupan Majnun dan Layla).

Alkisah, Qays bin al Mulawwah jatuh cinta kepada Layla, seorang gadis teman satu sekolahnya. Cinta Qays terhadap Layla tidak bertepuk sebelah tangan. Layla pun mencintai Qays. Sayangnya usia mereka yang masih belasan tahun menghalangi mereka berdua untuk memadu kasih. Hal ini menyebabkan keduanya sangat tersiksa bagai punguk merindukan bulan. Kerinduan Qays akan Layla seringkali membuatnya lupa diri. Syair-syair kerinduannya akan Layla diungkapkannya kepada siapa saja. Ia sering menyepi ke hutan dengan membawa perbekalan seadanya. Pakaiannya compang-camping dan tidak lagi memperdulikan keadaan sekitarnya. Akibatnya, orang-orang menggapnya hilang ingatan, dan memberinya julukan Majnun atau si gila.

Penulis : Syaikh Nizami
Penyadur : Sholeh Gisymar
Cetakan pertama : April 2002
Cetakan Duapuluhtujuh : Juli 2007
Penerbit : Navila Yogyakarta
Format buku : A5
Jumlah Hal : xvi dan 185 halaman

Tanggal : 23-02-2008

The Number 23

Delta  
Hantu Ambulance    12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00
Love    12.00 14.20 16.40 19.00 21.20
Claudia/jasmine    13.00 15.10 17.20 19.30 21.40
XL    13.00.15.10 17.20 19.30 21.40

Empire    
Claudia/jasmine    12.00 14.10 16.20 18.30 20.40
Hantu Ambulance    13.00 15.00 17.00 19.00 21.00
XL    13.00 15.10
Love    17.20 19.40

Fortuna    
Hantu Ambulance    13.00 15.00 17.00 19.00 21.00
Love    13.00 15.20 17.40 20.00
XL    14.00 16.10 18.20 20.30

Galaxy    
Jumper    12.00 13.50 15.40 17.30 19.20 21.10
Hantu Ambulance    12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00
Claudia/jasmine    12.00 14.10 16.20 18.30 20.40
Love    12.00 14.20 16.40 19.00 21.20
The Water Horse    13.00 15.10 17.20 19.30 21.40

Mitra    
Hantu Ambulance    13.00 15.00 17.00 19.00 21.00
Love    13.00 15.20 17.40 20.00 22.20
1408    15.10 17.20 19.30 21.40
XL    15.10 17.20 19.30 21.40

Royal    
Hantu Ambulance    12.15 14.05 14.55 17.45 19.35 21.25
Jumper    12.15 14.05 14.55 17.45 19.35 21.25
Love    12.15 14.35 16.55 19.15 21.35
XL    13.00.15.10 17.20 19.30 21.40

Studio    
CJ7    12.00 13.50 15.40 17.30 19.20 21.10
Jumper    12.00 13.50 15.40 17.30 19.20 21.10
Hantu Ambulance    12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00
Claudia/jasmine    13.00 15.10 17.20 19.30 21.40
The Water Horse    13.00 15.10 17.20 19.30 21.40

Sutos XXI    
Kungfu Dunk    12.00 14.00 16.00
XL    12.00 14.10 16.20 18.30 20.40
Jumper    12.15 14.05 14.55 17.45 19.35 21.25
Love    12.15 14.35 16.55 19.15 21.35
The Water Horse    13.00 15.10 17.20 19.30 21.40
Claudia/jasmine    13.00 15.10 17.20 19.30 21.40
CJ7    18.00 19.50 21.40

Tunjungan    
Jumper    12.15 14.05 14.55 17.45 19.35 21.25
CJ7    12.15 14.15 15.55 17.45 19.35 21.25
1408    12.45 14.55 17.05 19.15 21.25
The Water Horse    13.00 15.10 17.20 19.30 21.40

Midnight Sabtu 24 Februari 2008

27 Dresses
The Heart Break Kid
Prey

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.